
DETIKMETRO.SITE, Jakarta –
Dalam rangka peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2025, FORHATI-KAHMI Nasional menggelar berbagai kegiatan yang menampilkan kreativitas dan semangat kebangsaan di Hotel Tavia, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (5/10/2025)
Salah satu momen puncak dari perayaan ini adalah malam penghargaan yang dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh budayawan ternama, Taufik Ismail, serta pidato kebudayaan oleh Dr. Fadli Zon.

Dalam acara tersebut, Dr. Ir. Lely Wahyuniar turut menerima penghargaan Juara Lomba Video atas karya inspiratifnya yang mengangkat tentang pentinya pendidikan untuk semua, melalui visual yang menggugah. Karya video Dr. Ir. Lely Wahyuniar berhasil menyentuh hati juri dan penonton dengan pesan kuat tentang pentingnya Pendidikan, persatuan dan kesatuan bangsa.
“Penghargaan ini merupakan kehormatan bagi saya, dan saya berharap karya ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan cinta tanah air,” ujar Dr. Ir. Lely Wahyuniar.
Bulan Bahasa dan Sastra 2025 yang diselenggarakan oleh FORHATI-KAHMI Nasional bertujuan untuk meneguhkan kembali semangat nasionalisme, kebinekaan, dan cinta budaya melalui bahasa dan karya sastra. Berbagai kegiatan seperti lomba puisi, penulisan esai, video kreatif, dan busana daerah digelar sepanjang bulan Oktober ini.

Dr. Fadli Zon dalam pidato kebudayaannya menekankan pentingnya peran bahasa dan budaya sebagai fondasi peradaban bangsa yang berdaulat dan bermartabat di tengah arus globalisasi. “Bahasa dan budaya adalah identitas bangsa yang harus kita jaga dan lestarikan,” ujarnya.
Presidium FORHATI, Jameelah SH, MHM, menambahkan bahwa membangun bangsa bukan hanya dengan kekuatan ekonomi dan politik, tetapi juga dengan kekuatan bahasa yang menumbuhkan martabat dan peradaban. “Kami mengajak seluruh kader HMI-wati, alumni FORHATI, dan generasi muda Indonesia untuk terus menulis, membaca, dan berkarya,” ajaknya.
Dengan diadakannya Bulan Bahasa dan Sastra 2025, FORHATI-KAHMI Nasional berharap dapat membangun sinergi seluruh elemen bangsa dalam merawat kemerdekaan dan meneguhkan peradaban Indonesia yang maju, berkarakter, dan berbudaya. (Ika. S)
