
DETIKMETRO.SITE, Jakarta – Pita Limjaroenrat, Mantan Perdana Menteri Thailand yang saat ini sedang menjalani larangan politik selama 10 tahun, menekankan pentingnya ASEAN dalam menghadapi tantangan global. Ia menyerukan kepada para pemimpin ASEAN untuk memanfaatkan kesempatan pada KTT Oktober mendatang untuk membentuk masa depan kawasan.
Dalam konferensi pers, Pita Limjaroenrat menyambut baik ASEAN for the Peoples Conference 2025, yang dianggap tepat waktu mengingat konflik perbatasan yang sedang berlangsung, KTT ASEAN yang akan datang, dan pemilihan umum di Myanmar. Konferensi ini diharapkan dapat menjadi platform untuk membangun kerja sama dan solidaritas di antara negara-negara ASEAN. (4/10/2025)
Pita Limjaroenrat juga menekankan peran penting Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dalam menjembatani kesenjangan antara rakyat dan parlemen, serta memastikan kontinuitas proses demokrasi. Oleh karena itu, OMS harus dapat berdiri sendiri dan tidak mudah dibubarkan.
Dalam hal migrasi, Pita Limjaroenrat menyarankan agar migran dipandang sebagai aset, bukan beban. Inisiatif Thailand untuk mengintegrasikan migran Myanmar yang terampil ke dalam tenaga kerja adalah contoh baik dari bagaimana migrasi dapat menjadi kesempatan bagi negara-negara ASEAN.
Pita Limjaroenrat juga membahas tentang konflik internal di ASEAN, integrasi ekonomi, sengketa wilayah dan maritim, serta reformasi kelembagaan. Ia menyerukan agar ASEAN melakukan reformasi kelembagaan untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas.
Dalam pesan kepada generasi muda, Pita Limjaroenrat menyampaikan pesan “Lebih Kuat Bersama” dan menyerukan mereka untuk bekerja sama dalam mengidentifikasi isu-isu bersama dan mengejar “kemenangan cepat” seperti perjanjian udara bersih di seluruh ASEAN. (Ika.S)
