
Berjalan Bersama sebagai Peziarah Harapan:
Menjadi Gereja Sinodal yang Misioner untuk Perdamaian
DETIKMETRO.SITE, Jakarta, 29 Oktober 2025 – Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025 akan diselenggarakan pada tanggal 3-7 November 2025 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta. SAGKI 2025 bertujuan untuk memperkuat persaudaraan, mendiskusikan berbagai keprihatinan yang sedang dihadapi oleh gereja dan bangsa, serta merefleksikan peran gereja dalam mengatasi berbagai isu seperti kerusakan lingkungan, korupsi, kesenjangan, intoleransi, kekerasan, dan ketidakadilan gender.
SAGKI 2025 akan dihadiri oleh 374 peserta dari 38 keuskupan teritorial dan satu keuskupan TNI Polri, termasuk uskup, imam, religius, dan awam. Tema SAGKI 2025 adalah “Berjalan Bersama sebagai Peziarah Harapan, Menjadi Gereja Sinodal yang Misioner untuk Perdamaian.”
Menurut Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Monsinyur Antonius Subianto Benjamin, SAGKI 2025 merupakan kelanjutan dari gerak gereja universal menuju gereja sinodal dan misioner. “Gereja Katolik menyadari diri sebagai persekutuan umat Allah yang berjalan bersama, baik secara internal dengan sesama anggota gereja, maupun secara eksternal dengan sesama anak bangsa,” katanya.

SAGKI 2025 juga bertepatan dengan peringatan 60 tahun penutupan Konsili Vatikan II, yang meletakkan dasar bagi kolaborasi dan partisipasi kaum awam dalam gereja. “Kita berharap SAGKI 2025 dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan meningkatkan peran gereja dalam masyarakat,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Romo Alfonsus Misdi Wiryawan.
Bapa Suci Fransiskus dalam dokumen Spes non Confundit (Pengharapan Tidak Mengecewakan) no. 3, sebagai Bula ‘ yang menandal dimulainya Yubileum biasa tahun 2025 menyatakan bahwa pengharapan itu bisa betahan dalam berbagai cobaan karena didasarkan pada iman, dan dipupuk dalam amal kasih sehingga dengan harapan itu kita dimampukan untuk terus berjalan dalam kehidupan. Sepeti yang dikatakan oleh Santo Agustinus: “Apa pun keadaan hidup kita, kita tidak dapat hidup tanpa ketiga kecenderungan jiwa ini, yaitu iman, harapan, dan kasih”. Gereia Katolik sebagai persekutuan umat beriman bersama dengan semua pihak yang berkehendak baik berjalan bersama untuk menjadi tanda pengharapan bagi saudara-saudari kita yang menderita.
Tujuan dari SAGKI:
1.Mengembangkan persaudaraan antara hierarki dan umat.
2.Mewyjudkan Gereja Katolik sebagai komunitas pengharapan yang berjiwa misioner.
3. Meningkatkan peran Gereia katolik yang liebih relevan, signifikan, dan berkesinambungan dalam mewujudkan perdamaian.
4. Menghaslkan arah haluan Gereja Katolik Indonesia untuk lima tahun yang akan
datang
Dalam rangka mempererat dan meningkatkan kebersamaan dalam semangat berjalan bersama tersebut, dalam prosesnya, SAGKI nanti juga akan ada sesi sharing/ berbagai pengalaman tentang berjalan bersama dari orang muda, lansia, penyandang disabilitas, aktivis lingkungan hidup, dan para tokoh agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia ini.
Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) pada tahun ini merupakan penegasan
dan kesempatan bagi Gereja Katolik Indonesia sebagai persekutuan umat Allah yang sedang
berjalan bersama dalam pengharapan untuk semakin bersemangat dalam menjalankan misinya demi semakin tegaknya Kerajaan Allah di bumi Indonesia ini.
SAGKI 2025 diharapkan dapat menghasilkan arah pastoral lima tahun untuk gereja, fokus pada transformasi sosial, ekonomi, budaya, dan spiritual, serta mempromosikan perdamaian dan Kerajaan Allah. (Ika.S)
