
DETIKMETRO.SITE, Jakarta, 4 Oktober 2025 – Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) kembali menyelenggarakan forum bergengsi ASEAN for the Peoples Conference (AFPC) di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, pada 4–5 Oktober 2025. Acara ini menjadi wadah penting dalam mendorong terwujudnya visi ASEAN yang berpusat pada rakyat (people-centered ASEAN) melalui pendekatan kolaboratif dari masyarakat sipil di kawasan Asia Tenggara.
AFPC merupakan inisiatif yang digagas oleh FPCI di bawah pimpinan Dr. Dino Patti Djalal, dengan semangat menghadirkan ruang dialog dan kerja sama lintas negara di tingkat masyarakat. Forum ini diharapkan menjadi platform kredibel dan berkelanjutan bagi konektivitas antar warga ASEAN, di luar jalur diplomasi antar-pemerintah yang formal.
Kita telah berkumpul hari ini di Konferensi ASEAN untuk Rakyat, sebuah acara yang bertujuan untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat sipil di Asia Tenggara. Konferensi ini menampilkan lebih dari 120 organisasi masyarakat sipil (CSO) dari seluruh Asia Tenggara, yang bekerja dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan hak asasi manusia, ucap DR. Dino Pattri Djalal pada pembukaan ASEAN for the POEPLES Conference.

“Selama ini, ASEAN banyak dikenal sebagai forum antarnegara. Melalui AFPC, kami ingin menghadirkan ASEAN yang hidup di tengah masyarakat, dengan kolaborasi dari komunitas, akademisi, aktivis muda, dan pelaku sosial dari berbagai negara ASEAN,” ujar Dr. Dino Patti Djalal, pendiri FPCI.
Konferensi dua hari ini menghadirkan peserta dari berbagai negara anggota ASEAN, termasuk perwakilan organisasi masyarakat sipil (CSO/NGO), mahasiswa, akademisi, jurnalis, dan tokoh muda yang aktif memperjuangkan isu-isu sosial, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan.
Melalui diskusi panel, sesi interaktif, dan jejaring lintas komunitas, AFPC menekankan pentingnya pendekatan “bottom-up”, di mana suara dan aspirasi masyarakat menjadi bagian integral dalam pembentukan kebijakan dan masa depan ASEAN.
“People-centered ASEAN bukan sekadar slogan, tetapi arah masa depan ASEAN yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama,” tambah Dino.
Dengan mengusung semangat keterbukaan dan kolaborasi, ASEAN for the Peoples Conference diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan di antara masyarakat Asia Tenggara serta menjembatani ide-ide baru untuk memperkokoh integrasi kawasan.
Tentang FPCI
Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) adalah organisasi nirlaba dan nonpolitik yang berfokus pada isu kebijakan luar negeri, hubungan internasional, dan diplomasi publik. Didirikan oleh Dr. Dino Patti Djalal, FPCI menjadi salah satu komunitas kebijakan luar negeri terbesar di Asia, dengan jaringan luas di kalangan profesional, mahasiswa, diplomat, dan pemimpin komunitas.
Visi untuk Masa Depan
Kita memiliki visi untuk menjadikan Konferensi ASEAN untuk Rakyat sebagai acara tahunan yang rutin, yang dapat menjadi mitra konstruktif bagi pemerintah ASEAN dan mitra dialog. Kita juga ingin menciptakan database CSO ASEAN yang independen, yang memungkinkan mereka untuk terhubung dan bekerja sama berdasarkan kepentingan bersama. Selain itu, kita ingin mengadakan ASEAN Week yang dipimpin oleh masyarakat sipil, yang dapat menjadi platform untuk mempromosikan kerja sama dan solidaritas di antara masyarakat sipil di Asia Tenggara.
Kesimpulannya:
Konferensi ASEAN untuk Rakyat adalah langkah penting dalam membangun komunitas ASEAN yang berbasis pada masyarakat. Kita memiliki kesempatan besar untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi rakyat Asia Tenggara. Mari kita bekerja sama untuk mencapai tujuan ini.
(Ika S)
