
DETIKMETRO.SITE, Jakarta – 15 Agustus 2025, Emergency Disaster Reduction and Rescue (EDRR) 2025, yang diselenggarakan oleh China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) dan didukung berbagai instansi Indonesia (Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Agama, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, BMKG, dll.), Resmi ditutup oleh Sekretaris Utama Basarnas, Dr. Abdul Haris A Hadi S.H., mewakili Kepala Basarnas yang berhalangan hadir.
EDRR 2025 merupakan pameran dan forum tiga hari yang fokus pada penanggulangan bencana, kesiapsiagaan, dan pemulihan. Pidato penutupan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix (pemerintah, dunia usaha, akademisi, potensi SAR, dan komunitas) dalam mitigasi bencana.
Acara ini juga menampilkan inovasi teknologi dan solusi penanggulangan bencana, serta untuk pertama kalinya menghadirkan “Pasar Penyintas” untuk pemberdayaan UMKM penyintas bencana.

Dr. Abdul Haris A Hadi S.H. menyampaikan terima kasih kepada partisipasi semua pihak. Yang telah memfasilitasi kegiatan besar ini. Saya juga mengapresiasi seluruh peserta pameran, narasumber, dan pengunjung yang telah memberikan kontribusi positif selama acara ini.
Berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibagikan di sini adalah investasi penting untuk keselamatan masa depan bangsa. Sebagai penutup rangkaian sesi ini, mohon izin menyampaikan bahwa setelah sambutan ini nanti akan dilanjutkan dengan sesi panel penutup yang mengangkat tema “Guarding The Puslen, Interagency Readiness for Indonesian Coastal Dekarbonisasi Zones”.
Sebagai penutup saya berharap kepada seluruh hadirin untuk menyaksikan diskusi panel tersebut hingga selesai, dan selanjutnya kami menantikan kehadiran dan partisipasi Bapak, Ibu semuanya pada EDRR Indonesia 2026, dengan semangat yang lebih besar, kolaborasi yang lebih erat, dan komitmen yang lebih kuat untuk kemanusiaan.
Hadirin yang saya hormati, menutup sambutan ini, izinkan saya menyampaikan pesan, “keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Bencana dan keadaan darurat dapat datang kapan saja, di mana saja. Oleh karena itu, mari kita terus membangun budaya siap siaga, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat koordinasi”.
Sebagai hasil dari EDRR 2025 ini, dapat kita identifikasi dalam bentuk aksi nyata di lapangan dan semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan dan bimbingan kepada kita semua dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Akhirnya dengan mengucapkan syukur, Alhamdulillah, pada hari ini, Jumat tanggal 15 Agustus 2025. Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2025, secara resmi dinyatakan ditutup.
Dr. Abdul Haris mengharapkan partisipasi yang lebih besar pada EDRR 2026 dengan semangat
kolaborasi yang lebih erat dan komitmen
yang lebih kuat untuk kemanusiaan. Disampaikan pula pesan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. (Mwys)
